Obat penyakit sipilis dapat diracik dari tanaman kumis kucing, terutama bagian tanamannya, karena tanaman ini memiliki kandungan zat glikosida orthosiphonin yang dapat melarutkan asam urat dalam tubuh, juga fosfat dan oksalat. Obat sipilis tradisional yang berasal dari tanaman salah satunya adalah obat yang diracik dari daun kumis resep cefadroxil. Tanaman kumis kucing merupakan jenis tanaman yang memiliki batang tegak. Penyakit sipilis juga bisa menular melalui cara berbagi jarum dengan orang yang terinfeksi atau menerima transfusi darah dari donor yang telah sembuh penyakit ini, akankah cara penularan melalui transfusi darah adalah cara penularan yang sangat jarang terjadi karena semua transfusi darah m elalui berbagai skrining yang ketat.

Obat sipilis terdiri dari dua kategori, yaitu obat modern dan obat tradisional. Obat-obatan modern biasanya mengandung zat zat kima buatan atau zat sintetis yang dapat menimbulkan efek samping negatif pada organ tubuh seperti hati dan ginjal. Obat-obatan modern juga umum mahal untuk menyulitkan golongan masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi rendah untuk mendapatkannya. Penyakit sipilis yang disebabkan oleh bakteri yang disebut Treponema pallidum. Bakteri ini bisa masuk melalui luka atau infeksi saat melakukan hubungan sex vaginal, anal, oral atau dengan berbagi mainan seks dengan seseorang yang identik. Selain itu, ibu hamil yang bisa juga menularkan penyakit ini pada bayi mereka yang masih berada dalam kandungan. Adapun obat sipilis tradisional adalah kebalikan dari obat modern.

Obat tradisional yang alami tidak akan mencemari organ-organ tubuh seperti hati dan ginjal, bahkan sebaliknya, fungsi dan kondisi organ-organ ini akan lebih baik dan lebih sehat jika meminum tanaman herbal berkhasiat. Selain itu, obat-obatan tradisional yang berasal dari tanaman herbal alami tidak mahal dengan segala lapisan masyarakat dengan berbagai kondisi ekonomi dapat memperolehnya dengan mudah. Pada umumnya pengobatan sipilis adalah dengan menggunakan antibiotik yang suntikan penisilin. Penisilin, contohnya penisilin V, flukloksasilin, dan amoksisilin. Tetracyclines, contohnya tetrasiklin, doksisiklin, dan minocycline. Aminoglikosida, contohnya gentamisin, amikasin, dan tobramycin. Makrolida, contohnya eritromisin, azitromisin, dan klaritromisin.